Kamis, 03 Desember 2015

EFEK PLACEBO

EFEK PLACEBO
“Apa yang akan membuat Anda sembuh?“ 
Tanya dokter suatu sore,
 setelah dua tahun terakhir saya masih juga kembali mengunjungi, lagi dan lagi.
 “Obat dan pikiran, Dok!” jawab saya singkat. „
Iya, dua-duanya harus bekerja sama.
 Kita harus bekerja sama.“ Kata dokter Baum, menegaskan. 
*** Pernah dengar istilah Efek Placebo dan Efek Nocebo?
 Dua istilah berseberangan ini sangat dekat dengan pengaruh seorang pasien.
 Placebo dalam bahasa latin berarti saya akan senang, namun jika dikaitkan dengan kesehatan,
 Efek Placebo ini sering juga disebut fake treatment. Fake treatment, bukan berarti obat yang digunakan adalah palsu. Namun, lebih ke arah „sugesti“ yang dimiliki oleh seorang pasien dan pengaruhnya terhadap proses kesembuhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang pasien bisa menjadi sembuh dan sebaliknya karena sugesti. Ada yang merasa lebih baik karena makan obat tertentu padahal obat itu tidak bekerja dengan sempurna, ini yang disebut Efek Placebo (positif). Sebaliknya, karena sudah terlebih dahulu mengetahui efek kurang baik dari obat tertentu, seorang pasien merasakan gejala tersebut benar-benar terjadi dalam tubuhnya, ini disebut Efek Nocebo (negatif). Karena alasan itu juga, seorang tenaga medis biasanya akan memilih kata-kata yang baik dan tepat saat menyampaikan hasil test laboratorium atau analisa kepada pasien. Seperti dikatakan Dr.Winfried Hauser, seorang peneliti Jerman tentang Efek Placebo, "Ini bukan hanya karena kekuatan kata negatif yang dipakai dokter dan perawat, tapi juga kekuatan pikiran negatif dan ketakutan pasien." Berangkat dari pemikiran ini, harapan memang memainkan peran dalam kesembuhan seseorang. Harapan sembuh bisa muncul saat si pasien berpikir positif bahwa obat akan bekerja dengan baik, bahwa dokter bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan memberi kesembuhan. Banyak study dilakukan untuk meneliti pengaruh Efek Placebo ini, dan sampai saat ini, selain penemuan medis yang semakin modern, apa yang dikatakan pemikiran terdahulu "Where there is hope, there is life." masih tetap berlaku. Dan saya yakin, masyarakat kita yang dikenal sebagai masyarakat yang religius, tentu memegang pemikiran ini dengan baik. Harapan. (Semoga). Dan rupanya... memberi harapan, menguatkan lewat kata-kata akan sangat berarti buat mereka yang memerlukan.

Senin, 30 November 2015

PRIVAT PROGRAM JARAK JAUH ''HYPNOTIST&HYPNOTHERAPIST''



PRIVAT PROGRAM JARAK JAUH ''HYPNOTIST&HYPNOTHERAPIST''

DAPATKAN KONSULTASI GRATIS ( PRIVAT PROGRAM JARAK JAUH)

 VIA TELEPHONE

Anda bisa menguasai keahlian Hypnosis dan berbagai terapanya diantaranya yaitu :

 - HIBURAN(STAGE HYPNOSIS)
-MENGAJAR/GURU(HYPNOTEACHING)
- BERBISNIS (HYPNOSELLING)
- KESEMBUHAN(HYPNOTHERAPY)
- MELAHIRKAN (HYPNOLEARNING)
- BELAJAR(HYPNOLEARNING)
- KELUARGA (HYPNOPARENTING)
- MENURUNKAN BERAT BADAN (HYPNOWEIGHT)
ANDA DAPAT MENGUASAI HYPNOSIS DENGAN MUDAH,PRAKTIS DAN TUNTAS. KEMAMPUAN MELAKUKAN TERAPI BERBASIS HYPNOSIS DAN DENGAN TUNTAS MENANGANI BERBAGAI PROBLEM KESEHATAN YANG HAMPIR 90 % DIAKIBATKAN OLEH GANGGUAN PSIKOLOGIS JUGA UNTUK PEMBERDAYAAN DIRI YANG SANGAT POWER FULL. 
 3 TUTORIAL TERBAIK DARI KAMI :

1.Tutorial Hypnosis.

2.Tutorial Hypnolearning.

3. Tutorial Hypnoselling 

 Pesan Sekarang Juga 

Melalui:

Contact Person Kami. HP. 085865465201

.RAIH IMIPIAN.MELAMPAUI BATASAN.

HYPNOLEARNING ''RAHASIA MEMBUAT BELAJAR APA SAJA MENJADI MUDAH''

HYPNOLEARNING ''RAHASIA MEMBUAT BELAJAR APA SAJA MENJADI MUDAH''

Ada 4 (empat) Rahasia Membuat Belajar Apa Saja Jadi Mudah:


1. Mindset Pembelajar

2. Optimum Learning State (Kondisi Belajar Optimal)

3. Effective Personal Learning Style (Gaya Belajar Personal yang Efektif)

4. 3 (three) Steps Learning Process (3 langkah Proses Belajar)

 
1. Mindset Pembelajar
Mindset adalah sekumpulan kepercayaan atau keyakinan yang menentukan sikap dan perilaku seseorang. Dari defenisi diatas jelas bahwa mindset terbentuk dari kepercayaan (belief), dengan demikian jika kita ingin mengubah mindset kita, kita harus mengubah belief kita.

Secara sederhana  belief  diartikan sebagai segala sesuatu yang diyakini benar. Walaupun  belief bukanlah kebenaran yang sesunggunhnya. Belief adalah kebenaran internal kita. Ungkapan yang sangat terkenal mengatakan  “Apakah Kamu meyakini kamu BISA, atau  kamu meyakini kamu TIDAK BISA, Kamu Benar !”
 
Belief atau keyakinan bisa menjadi pendorong positif bagi kehidupan seseorang, namun juga bisa menjadi penghambat. Keyakinan yang menghambat disebut Limiting Belief. Kebanyakan orang yakin belajar adalah hal yang sulit ditingkatkan. Mereka percaya bahwa sangat mungkin bagi mereka untuk membaca lebih cepat, mendengar/menyimak lebih hati-hati dan belajar lebih efektif. Tetapi, mereka juga sangat meyakini bahwa belajar adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir, kemampuan belajar adalah bakat seseorang.

Sejak kecil sering kali belajar menjadi “momok” atau sesuatu yang menakutkan, mengerikan, suatu hal yang berat dan membuat sakit kepala. Setiap kali dihadapkan pada proses belajar, mereka mulai memprogram diri mereka untuk stress dan gagal.

Persepsi negatif tentang belajar itu diulang-ulang dalam pikiran mereka hingga menjadi keyakinan dalam diri mereka (baca:limiting belief) yang akhirnya berdampak pada sikap dan perilaku mereka untuk belajar. Pernyataan-pernyataan negatif tentang belajar seperti:
“Belajar itu membosankan”, 

“Saya bukan pembelajar yang baik”,

“Saya benci matematika”

dan lain-lain, yang terus diulang-ulang dalam pikiran merupakan proses  “self hypnosis”  atau menghipnosis diri sendiri yang sangat kuat.

Pernyataan-pernyataan ini tertanam dalam pikiran bawah sadar dan menjadi suatu keyakinan (belief) sehingga hal itu menjadi suatu  “kebenaran internal”  mereka dan akhirnya menumbuhkan kekhawatiran dalam diri sehingga ketika dihadapkan dengan kondisi belajar , diri mereka secara otomatis menutup potensi positif yang dimiliki. Tak heran, hasil belajar yang positif pun sulit dicapai.

Untuk mengubah hasil belajar dari negatif menjadi positif, Kamu harus memprogram ulang pikiran kamu dengan pesan-pesan positif tentang kemampuan kamu sebagai seorang pembelajar. Caranya dengan mengubah self talk kamu yang tadinya negatif menjadi positif seperti:

“Belajar itu membosankan” ganti ucapan itu dengan “ Belajar itu menyenangkan”.

“Saya bukan pembelajar yang baik” ganti dengan “ Saya adalah pembelajar yang hebat” dll.
Untuk memprogram ulang pikiran berarti kamu harus mengubah belief kamu tentang belajar. Dalam NLP™ ada cara yang sangat mudah untuk mengubah belief. Cara ini disebut Change Belief.


2. Optimum Learning
 Berbicara tentang belajar tentu saja berbicara tentang cara kerja otak. Untuk itu, kita perlu memahami gelombang otak yang bekerja. Pada umumnya gelombang otak digolongkan menjadi 4 (empat) gelombang dari yang paling lambat hingga yang paling cepat:
• Gelombang Delta (0,1-4 CPS) : tidur lelap tanpa mimpi.

• Gelombang Theta (4-8 CPS) : emosi yang kuat/konsentrasi, tidur dengan mimpi

• Gelombang Alpha (8-12 CPS) : relaksasi dan meditasi

• Gelombang Beta (12-40 CPS) : keadaan sadar

Kita dapat belajar secara optimal ketika kita bisa masuk dalam kondisi gelombang otak theta. Kondisi theta tidak bisa dimunculkan secara sadar, tetapi dengan kondisi relaksasi yang mendalam. Gelombang theta diasosiasikan dengan Optimum Learning State/OLS (kondisi belajar optimal) sedangkan gelombang alfa diasosiasikan relaksasi yang mendalam, dimana keduanya berdampingan, hanya dipisahkan 1 (satu) cycle per second (CPS).


3. Effective Personal Learning Style 
Kita sering kali merasa belajar itu sulit karena kita belajar tidak dengan cara yang tepat dengan gaya belajar kita. Kita “dipaksa” untuk belajar dengan gaya orang lain belajar. Apakah itu guru kita, orang tua kita atau mungkin teman kita yang kita anggap lebih pintar dari kita. Akhirnya kita pun frustasi karena  tidak juga mampu menguasai hal yang kita pelajari dan kemudian kita pun meng “cap” diri kita tidak berbakat dan tidak mungkin bisa. jangan cepat-cepat meng-“cap” diri sendiri tidak berbakat atau tidak bisa. Dalam Prinsip-Prinsip Dasar NLP yang lebih dikenal dengan NLP Presuppositions disebutkan bahwa
Jika seseorang bisa melakukkan sesuatu, orang lain pasti bisa belajar melakukannya.”
Jadi, bersikaplah bahwa apapun bisa kamu raih, yang perlu kamu lakukan adalah menemukan dan mempelajari cara orang-orang yang (TOP) dibidangnya dalam mencapai keberhasilan dan melakukan hal yang sama dengan cara yang tepat buat  kamu. Jika nantinya ada batasan-batasan fisik atau lingkungan, pengalaman akan segera menunjukkannya padamu.


4. Untuk memaksimalkan hasil belajar mu, kamu harus memahami 3 langkah proses belajar yang efektif
 
1. Periode sebelum belajar

2. Periode ketika belajar

3. Periode setelah belajar

FUNGSI PIKIRAN BAWAH SADAR DAN PIKIRAN SADAR

FUNGSI PIKIRAN BAWAH SADAR DAN PIKIRAN SADAR
 

FUNGSI PIKIRAN BAWAH SADAR

Pikiran bawah sadar berisikan database yang mencerminkan diri kita. Tentang kebiasaan, emosi, kreatif, kepribadian, beliefe, memori jangka panjang, persepsi.
Database merupakan akumulasi dariberbagai pemahaman, pengalaman, bahkan penularan sejak lahir sampai saat ini .
pikiran bawah sadar sifatnya NETRAL. Tidak membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
sesuatu yang masuk kedalam alam bawa sadar, maka akan di anggap hal yang BENAR, meskipun secara sadar adalah SALAH .
 
FUNGSI PIKIRAN SADAR

Mengidentifikasi informasi yang masuk,
Membandingkan
Menganalisis
Memutuskan
TUGAS SEORANG HYPNOTIST
MEMATAHKAN INI SEMUA

GELOMBANG OTAK

GELOMBANG OTAK

Ada empat gelombang otak yang terdapat pada manusia yaitu beta,alpha,theta dan delta.Gelombang-gelombang ini bahkan bisa diukur dengan sebuah alat bernama EEG(Electro Enchelography).sebenarnya ke empat gelombang ini muncul dan bekerja secara bersamaan pada manusia, hanya saja jika salah satu bekerja lebih aktif dan dominan maka ke tiga gelombang yang lain cenderung menjadi aga pasif.
1.Gelombang Beta (12-40 Hz)
  gelombang otak dengan frekuensi paling tinggi dan paling sering di pakai oleh manusia.masyarakat kita menyebut beta sebagaipikiran sadar”. Saat beta aktif maka pikiran manusia mempunyai sistem pertahanan berupa penyaring informasi yang di sebut dengan “ area kritik”.
2.Gelombang Alpha (8-12 Hz)
  Gembang alpha merupakan area sugestif berhubungan dengan kondisi yang rileks dan santai.Alpha  merupakan jembatan penghubung menuju alam bahwa sadar.Dalam Alpha ,area kritik dari gelombang beta  mulai melemah sehingga semua informasi bisa masuk  kedalam pikiran dan merasakan sensasi di seluruh indera kita dengan  lebih maksimal.
3.Gelombang theta (4-8 Hz)
  Gelombang theta sering kita rasakan saat kita tidur dan bermimpi. Kadang-kadang mimpi yang kita alami bisa meninggalkan rasa takut mendalam atau kebahagiaan yang luar biasa dalam pikiran kita dan bahkan perasaan tersebut bisa terbawa sampai kita terbanggun padahal kita jelas mempunyai pengetahuan bahwa kita tidak benar-benar mengalaminya. Theta merupakan wujud utuh dari pikiran bawah sadar. Theta merupakan tempat penyimpanan ingatan jangka panjang dan jangka pendek merupakan inspirasi, kenangan, sensasi dan perasaan manusia yang kebanyakan  terlupakan oleh pikiran sadar. Dalam theta Area kritik benar-benar nonaktif sehinga sugesti yang di tanamkan dalam kondisi theta bisa langsung di terima dan di jalankan oleh pikiran manusia
4.Gelombang Deltha(0,1-4Hz)
  Gelombang otak dengan frekuensi terlemah yang kita rasakan saat tertidur sempurna tanpa mimpi. Dalam gelombang Deltha manusia mengalami proses istirahat untuk pemulihan dirinya. Ini adalah satu-satunya gelombang yang terputus dari dunia luar sehinga komunikasi maupun Rapport tidak bisa di jalin pada gelombang Deltha.